WELCOME TO MY BLOG

Jumat, 09 Desember 2011

Laporan Limnologi BENTHOS


I.                   PENDAHULUAN
II.                I.I. Latar Belakang
            Danau adalah cekungan yang terjadi karena peristiwa alam yang menampung dan menyimpan air hujan, mata air, rembesan, dan/atau air sungai. Waduk adalah badan air baik yang alami maupun buatan, yang digunakan untuk menyimpan, mengatur, dan mengendalikan sumber daya air. Air adalah fasa cair dari persenyawaan kimia yang dibentuk oleh dua bagian berat hydrogen dan 16 bagian berat oksigen. Didalam air itu dikandung pula sejumlah kecil air berat, gas, dan zat padat, terutama berbentuk garam dalam larutan. Benda cair seperti yang biasa terdapat didanau, sungai, rawa, sumur dan sebagainya. (Hehannusa, P.E. dan Haryani, Gadis S., 2001).
            Perairan umum merupakan bagian permukaan bumi yang secara permanen berkala digenangi air, baik air tawar, payau, atau laut yang dihitung dari garis pasang surut terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami maupun buatan (Dinas Perikanan Tingkat 1 Propinsi Riau, 1997).
            Perairan Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar terutama sector perikanan maupun keperluan lainya. Ini dapat dilihat dari luas perairan yang ada dan jenis ikan yang terdapat di dalamnya (Djuhanda, 1981).
Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa semua jenis kehidupan bersifat aquatic. Dalam prakteknya suatu habitat aquatic apabila mediumnya baik external maupun internal adalah air. Aquatic merujuk perairan yang meliputi laut, sungai, danau, gua basah, air tanah, rawa baik asin maupun tawar dan sejenisnya (Penuntun Praktikum Ekologi Perairan, 2006).
Perikanan umumnya tidak mengkonsumsi air, tapi sangat memerlukan kondisi kualitas dan kuantitas air tertentu, termasuk perlindungan lingkungan dan kelestarian fungsi sumberdaya flora dan fauna yang terdapat dalam air. Kualitas air secara luas dapat diartikan secara fisik, kimiawi dan biologis yang mempengaruhi manfaat penggunaan bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung (Boyd, 1979).
Berdasarkan bentuknya waduk dapat diklasifikasikan atas waduk tipe danau (lake type), tipe sungai (river type), tipe bercabang banyak (multiple branch type). Waduk Faperikan dapat digolongkan kedalalm tipe danau, karena terjadinya waduk ini akibat pembendungan suatu dataran rendah dan bentuknya yang melebar. Sumber air ini adalah air yang mengalir dan meresap dari catchman area yang ada disekitarnya, karena tidak ada aliran sungai yang masuk ke waduk ini (Nurdin et al, 1996).Manfaat penentuan posisi ada dua yaitu memudahkan kembali titik atau area yang telah ditentukan ( titik sampling, titik kedalaman, habitat ). Dan memudahkan pengeplotan titik atau area kedalam peta untuk kepentingan analisis ke ruangan. (Penuntun Praktikum Limnologi, 2006 ).
Umumnya ciri-ciri danau buatan ini adalah adanya fluktuasi tinggi permukaan air dan tingginya turbiditas air (Koesoebiono, 1997), selanjutnya Siagian (1997) mengemukakakan bahwa pada waduk terjadi fluktuasi air masuk dan air keluar sehingga ada pergantian nutrien  yang menyebabkan produksi primer pada waduk lebih besar dibandingkan dengan danau.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan diadakan Praktikum ini adalah mahsiswa dapat melihat dan mengamati serta mengetahui berbagai jenis benthos dan tumbuhan air yang ada di waduk buatan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang diambil pada tanggal 25 November 2011 yang lalu. Sehingga nantinya setiap mahasiswa memiliki pengetahuan tentang beberapa jenis benthos dan tumbuhan air.
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu setiap mahasiswa dapat langsung terjun kelapangan serta dapat langsung melihat atau mempraktekan  bagaimana cara mengambil benthos dan tumbuhan air.

II.                TINJAUAN PUSTAKA
Benthos adalah organisme (nabati / fitobenthos atau hewani / zoobenthos) yang tinggal di dalam dan atau di atas sedimen di dasar suatu perairan. (Penuntun praktikum ekoper 2010)
Organisme benthos ini meliputi jenis-jenis dari kelompok Protozoa, Sponge, Coelenterate, Rotifera, Nematode, Bryozoa, Decapoda, Ostracoda, Cladocera, Cpopoda, Pelecypoda, Gastropoda, Insekta, dan Lintah. Keberadaan hewan ini dipengaruhi oleh kondisi fisika (substrat, kekeruhan, arus, kedalaman, dan suhu), disamping juga dipengaruhi oleh factor kimia ( pH, O2, dan bahan-bahan toksik ) dan factor biologi (predator dan kompetitor).
Bentos adalah organisme perairan yang hidupnya berasosiasi dengan dasar perairan. Dia dapat hidup pada dan didalam dasar perairan. Gerakannya sangat terbatas pada perairan sehingga dia sangat baik dijadikan indikator biologi untuk menerangkan atau menunjukkan kondisi perairan apakah perairan itu tercemar atau tidak.
Menurut Meadows dan Cambell (1978), biomas (jumlah total bahan organic) dalam benthos yang terdapat pada tiap kedalaman adalah berbeda. Pada kedalaman 0-200 m jumlah rata-rata biomas benthos adalah 200 gr/m2 , dan pada kedalaman 200-3000 m sekitar 20 gr/m2 dan pada kedalaman lebih dari 3000 m, jumlah biomas benthos adalah 0,2 gr/m2 .
Hehanusa (2001) Bentos adalah organisme yang hidup di permukaan atau di dalam sedimen dasar di suatu badan air
Hewan-hewan benthos dalam memanfaatkan detritus dengan cara suspension feeder yakni dengan cara menyaring partikel-partikel yang masih melayang-layang di air yang ada di sekitarnya dan dengan deposit feeders yakni mengumpulkan detritus yang telah menetap di dasar.
Benthos sebagai organisme dasar suatu perairan mempunyai habitat yang relatif tetap. Perubahan kualitas air dan substrat tempat hidupnya sangat mempengaruhi komposisi dan kelimpahannya, sehingga kelompok organisme ini sering digunakan sebagai indicator pencemaran di dalam suatu ekosistem perairan (Siagian, 1971).

III.             METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakasanakan pada hari Jum’at tanggal 25 November 2011 pada pukul 08.00 – 17.00 WIB di Laboratorium Ekologi Perikanan.
3.2. Alat dan bahan
Pada praktikum analisis parameter benthos ini menggunakan beberapa peralatan, diantaranya : eckman grab, Petersen grab, kantong plastic, dan karet gelang. Sedangkan bahan yang digunakan adalah formalin, Lugol untuk mengwetkan benthos yang sudah diambil dan dimasukkan kedalam kantong plastik
3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah dengan menggunakan metode mengambil data langsung dilapangan, kemudian dianalisis dan diidentifikasi di laboratorium untuk menentukan nilai dari parameternya. 
3.4. Prosedur Praktikum
Para Praktikan terjun langsung ke lapangan dengan mengambil tumbuhan air secara langsung dan mengambil benthos dengan menggunakan pipa paralon. Setelah itu diamati di laboratorium limnologi universitas riau.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari praktikum “Analisis Kualitas Air : Parameter Biologi Benthos dan Tumbuhan Air” yang telah dilaksanakan maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 1. Jenis Benthos
No.
GAMBAR
NAMA
1


2


3






 
4.1.      Pembahasan
Benthos adalah organisme (nabati/fitobenthos atau hewani/zoobenthos) yang tinggal di dalam dan atau di atas sedimen di dasar suatu perairan. (Penuntun praktikum ekoper 2010)
Organisme benthos ini meliputi jenis-jenis dari kelompok Protozoa, Sponge, Coelenterate, Rotifera, Nematode, Bryozoa, Decapoda, Ostracoda, Cladocera, Cpopoda, Pelecypoda, Gastropoda, Insekta, dan Lintah. Keberadaan
hewan ini dipengaruhi oleh kondisi fisika (substrat, kekeruhan, arus, kedalaman, dan suhu), disamping juga dipengaruhi oleh factor kimia (pH, O2, dan bahan-bahan toksik) dan factor biologi (predator dan kompetitor).
Peranan hewan benthos di perairan :
1.      Mampu mendaur ulang bahan organik.
2.      membantu proses mineralisasi.
3.      Menduduki posisi penting dalam rantai makanan.
4.      Indikator pencemaran, karena siklus hidupnya yang penjang dan sifat pergerakannya yang terbatas.
Hehanusa (2001) Bentos adalah organisme yang hidup di permukaan atau di dalam sedimen dasar di suatu badan air.
Menurut Asriyanto (1986) makrozobenthos adalah hewan benthos yang tidak lolos dari ayakan dengan luas mata saring 1 mm2. Selanjutnya Odum (1971) menyatakan bahwa yang termasuk kedalam makrozobenthos antara lain insekta, annelida, bivalve, dan gastropoda.
Bentos adalah organisme perairan yang hidupnya berasosiasi dengan dasar perairan. Dia dapat hidup pada dan didalam dasar perairan. Gerakannya sangat terbatas pada perairan sehingga dia sangat baik dijadikan indikator biologi untuk menerangkan atau menunjukkan kondisi perairan apakah perairan itu tercemar atau tidak.
Dilihat dari segi makanannya, Cummins (1974) menyatakan bahwa makro zoobentahos dapat bersifat autochthonous (misalnya vegetasi meti, periphiton, dan makrophita) dan bersifat allotochthonous (misalnya vegetasi tepian sungai, limbah dan sampah dari aktivitas manusia). Sumber makanan oirganik berasal dari vegetasi tepian sungai yang jatuh dan langsung masuk ke dalam sungai, maupun yang telah diproses di darat dan langsung masuk ke dalam sungai melalui air permukaan dan melalui air tanah.  
Menurut Odum (1971) benthos adalah berbagai jenis organisme yang mendiami suatu perairan. Benthos yang hidup diatas dasar perairan disebut epifauna, sedangkan benthos yang hidup membenamkan diri atau membuat lubang dalam lumpur pada substrat lunak disebut infauna.

V.   KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
            Setelah praktikum didapat hasil bahwa di waduk faperika terdapat banyak jenis benthos. Sehingga dapat dikatakan bahwa waduk faperika tergolong dalam waduk yang subur.
5.2. Saran
Agar praktikum ini dapat berjalan dengan lancar maka alat yang digunakan hendaknya dilengkapi agar tidak saling pinjam dan para praktikan mengerti dengan alat yang digunakan selama praktikum. Kemudian setiap praktikan diharapkan serius dalam pengambilan data.

DAFTAR PUSTAKA
Adriman, 2006. Penuntun pratikum ekologi perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru

Alearts, G. dan S. Santika, 1984. Metode Pengukuran Kualitas Air. Usaha Nasional. Surabaya.

Boyd, C. E. 1982. Water Qualitas in Warn Water Fish Pond Agriculture Experimen Stasion Aurburh University. Albana. 3591 pp.


Dahril, T. 1998. Reformasi di Bidang Perikanan Menuju Perikanan Indonesia Yang Tangguh Abad ke-21, hal 25-34. Dalam Feliatra (editor) Strategi Pembangunan Perikanan dan Kelautan Nasional Dalam Meningkatkan Devisa Negara. Universitas Riau Press. Pekanbaru.

Davis, C. C., 1955. The marine and Fresh Water Plankton Michigan States University Press. New York 561 p

Efawani. 2006. Limnologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.

Effendi,H., 2000. Telaahan Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan     Lingkungan Perairan. IPB Press. Bogor.

Pembangunan Pertanian. Jakarta, 80 hal.

UNESCO.Ntac, 1986. Water Quality Criteria. FWPCA. Washington. DC.23

 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis mengucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul “Benthos” tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para asisten limnologi karena telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat disusun.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan praktikum di masa yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi kita semua.




Pekanbaru, 06 Desember 2011



                                                                        Endang Sulistya Ningsih

 
DAFTAR GAMBAR

Gambar                                                                                                        Halaman
1.      Jenis Benthos........................................................................................              7





DAFTAR LAMPIRAN
 


Lampiran                                                                                                     Halaman
1. Gambar alat yang digunakan..................................................................            18




 

 

 

 

 

 

 

 



 


LAMPIRAN



























Lampiran 1. Alat-alat yang digunakan selama praktikum
                                                                                             
Pipa Paralon                                        Kantong plastik





               Penuntun Praktikum                                                Alat Tulis                                                                                           


                            

                                           
                                                      

















                                                                                    Nama Asisten: Sumayanti
                                                                                    Hari                 : Jum’at/1




Analisis Kualitas Air

Benthos

                        Nama               : Endang Sulistya Ningsih
                        Nim                 : 1004121867
                        Jurusan            : Teknologi Hasil Perikanan

 

 





















LABORATORIUM EKOLOGI PERAIRAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN LMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011

DAFTAR ISI

 

                                                                                                                      Halaman
KATA PENGANTAR...............................................................................              i
DAFTAR ISI..............................................................................................             ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................            iii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................            iv
BAB I.           PENDAHULUAN.....................................................................            1
             1.1.   Latar Belakang...............................................................             1
             1.2.   Tujuan............................................................................             2
            
BAB II.         TINJAUAN PUSTAKA.............................................................            4
BAB III.        METODE PRAKTIKUM..........................................................            6
                     3.1.   Waktu dan Tempat.........................................................             6
                     3.2.   Alat dan Bahan..............................................................             6
                     3.3.   Metode Praktikum.........................................................             6
                     3.4.   Prosedur Kerja...............................................................             6

BAB IV.        HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................            7
4.1.  Hasil................................................................................             7
 4.2.  Pembahasan.....................................................................             8

BAB V.          KESIMPULAN.........................................................................          10
5.1. Kesimpulan.....................................................................           10
5.2. Saran...............................................................................           10
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN